KEMBALIKAN TRADISI NYONGKOLAN YANG DULU



“ NYONGKOLAN”
BIDUANKAH? ATAU ULAMAKAH?


VS
 




          Dalam pelaksanaannya, nyongkolan dilakukan secara bermasyarakat atau berombongan. Nyongkolan sendiri merupakan acara mengunjungi rumah orang tua pengantin wanita setelah dicuri atau dibawa lari oleh pengantin pria. Upacara ini juga diiringi menggunakan alunan gendang beleq, radat, ale-ale dll serta didampingi oleh para tokoh agama, keluarga, kerabat, dan kenalan dalam suasana yang sangat meriah, tujuannya yaitu untuk memperluhatkan dirinya secara resmi dihadapan kedua orang tua pengantin wanita bahkan kepada seluruh masyarakat dalam rangka meminta maaf, ,member hormat kepada kedua orang tua pengantin wanita serta menunjukkan bahwa pengantin wanitanya diperlakukan dengan sangat baik dan terjaga saat beberapa hari dibawa lari atau dicuri oleh pengantian pria.
           
          Prosesi inilah yang sangat sacral, sebab pengantin pria harus benar-benar berjanji untuk menjaga pengantin wanitanya, dimana pada awalnya pengantin wanita sangat diistimewakan dan apabila didapatkan ia telah menyia-nyiakan pengantin wanitanya maka kedua orang tuanya tidak akan segan-segan untuk mengambil kembali anaknya. Sungguh wanita sangat diistimewakan bukan?
           
           Tetapi lain ceritanya dengan zaman sekarang. Semua prosesinya bisa dikatakan sudah tidak mempunyai nilai-nilai moral. Dilihat dari realitas yang terjadi di lapangan tradisi ini sering kali mengundang konflik, penyebabnya pun bermacam-macam. Karena memang telah melenceng dari pelaksanaan yang sebernarnya. Alat musik yang digunakannya pun telah diganti menjadi kecimol yang kemudian akan mengundang para pemuda dan pemudi  untuk bergoyang mengikuti alunan musik yang didendangkan oleh sang biduan, tidak jarang pula mereka dengan sengaja meneguk minum-minuman keras. Benar-benar sangat melenceng dari tradisi sebenarnya. Dari didampingi oleh para tokoh ulama menjadi didampingi oleh para tokoh biduan. Bagaimana menurut kalian, memprihatinkan bukan?
            
          Jadi menurut penulis agar nyongkolan bisa kembali melaksanakan prosesi yang sebenarnya diperlukan strategi komunikasi tokoh agama dan masyarakat dalam mengatasi penyimpangan nilai moral pada adat nyongkolan. 

MARI KITA KEMBALIKAN NYONGKOLAN YANG BERSIH !

Komentar

  1. Mari kita perbaiki pandangan masyarakat Sasak terhadap nyongkolan. Biar tidak menyalhagunakan nyongkolan.

    BalasHapus
  2. Mari kita perbaiki pandangan masyarakat Sasak terhadap nyongkolan. Biar tidak menyalhagunakan nyongkolan.

    BalasHapus
  3. Waow.. wanita adalah raja laki2 dongg.😅😅😅😅

    BalasHapus
  4. Waow.. wanita adalah raja laki2 dongg.😅😅😅😅

    BalasHapus
  5. Trimkasih min ! Uraian yg sangat bermanfaat. Dr artikel ini kita smua menjadi sadar bagaimana perubhan tatacara pelaksanaan budaya nyongkolan itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya min.. mari kita sebagai generasi muda berusaha mengembalikan nyongkolan yang dulu

      Hapus
  6. Sebenarnya dalam tradisi nyongkolan ini bukan tradisinya yg bersifat negatif tetapi para oknum yg tidak mengerti akan makna budaya atau tradisi masyarakat Sasak.

    BalasHapus
  7. Tradisi nyongkolan sekarang sudah tidak lagi mencerminkan nilai nilai nyongkolan yg sesungguhnya

    BalasHapus
  8. Tradisi nyongkolan sekarang sudah tidak lagi mencerminkan nilai nilai nyongkolan yg sesungguhnya

    BalasHapus
  9. Tradisi nyongkolan sekarang sudah tidak lagi mencerminkan nilai nilai nyongkolan yg sesungguhnya

    BalasHapus
  10. Gimana cara kembalikan budaya kita ne.. Kalau diliat perkembangan zaman semakin canggih semakin budaya kita hilang

    BalasHapus
  11. Gimana cara kita memperthankan budaya nyongkolan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimulai dari kita para generasi muda atau bisa juga dengan cara sosialisasi😊

      Hapus
  12. Luarr biasa... semoga bermanfaat untuk para pengunjung yang lain

    BalasHapus
  13. Mari kita kembalikan budaya nyongkolan sasak seperti kemarin. & terima kasih untuk blogger kak fuzy dengan adanya artikel ini membuat saya mengetahui bagaimana sebenarnya adat nyongkolan. Dan semoga artikel ini bermanfaat kak. Ditunggu artikel selanjutnya

    BalasHapus
  14. tulisan ini sangat membantu sekali mengenai tradisi nyongkolan yang sebenarnya,

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Budaya nyongkolan harusnya menjadi ajang silaturohmi antara kedua mempelai, bukan menjadi ajang untuk joget hura hura.

    BalasHapus

Posting Komentar